Rumah di Kampung Arab Indramayu Ludes Terbakar Malam Tadi, Warga Sebut Diduga Berawal Dari Cekcok Kakak Beradik

Rumah tinggal di Blok Kampung Arab, Desa Dermayu, Sindang, Indramayu, ludes terbakar pada Minggu dini hari. Kebakaran diduga terjadi setelah dua penghuninya yang merupakan kakak beradik terlibat pertengkaran.

{"source_type":"","data":{"creationId":"1478395824411921","anchorName":"QnVhdCBnYW1iYXIgQUk=","appVersion":"15.0.0.14","product":"doubao","os":"ios","anchorId":"1478395824411921"}}

INDRAMAYUUPDATE – Sebuah rumah tinggal di Blok Kampung Arab, Desa Dermayu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, ludes terbakar pada Minggu (20/9/2026) dini hari. Kebakaran diduga terjadi setelah dua penghuni rumah yang merupakan kakak beradik terlibat pertengkaran.

Kabid Damkar pada Dinas Satpol PP dan Damkar Indramayu, Jajat Wibisono, mengatakan informasi awal yang diterima petugas dari warga setempat menyebut kedua kakak beradik tersebut sempat terlibat adu mulut sebelum kebakaran terjadi.

Masih dalam keterangan sejumlah warga tersebut yang dihimpun petugas, salah satu dari mereka diduga membakar pakaian atau benda lainnya. Api kemudian membesar hingga melalap seluruh bagian rumah.

Namun, informasi tersebut masih berdasarkan keterangan warga dan mesti dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikannya.

“Terus kayak bakar baju atau apa, setelah itu api membesar membakar rumah. Tapi ini masih dugaan sementara menurut keterangan warga, masih harus dipastikan lebih lanjut untuk memastikan kronologi pastinya,” kata Jajat.

Jajat mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah warga, kedua penghuni rumah tersebut diduga memang memiliki kondisi disabilitas mental.

“Dari sekitar lima orang yang kami coba mintai keterangan infonya seperti itu,” ujarnya.

Saat api mulai membesar, kedua kakak beradik tersebut bersama seorang anak yang juga tinggal di rumah itu berhasil menyelamatkan diri dengan keluar dari bangunan.

Laporan kebakaran diterima Mako Damkar Indramayu sekitar pukul 00.00 WIB. Petugas kemudian mengerahkan dua unit armada menuju lokasi.

“Petugas sampai di lokasi sekitar tujuh menit setelah laporan diterima,” kata Jajat.

Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman. Kondisi permukiman yang padat membuat kebakaran cukup berisiko meluas karena rumah tersebut berada di antara bangunan lain yang berdempetan.

Beruntung, kondisi angin pada saat kejadian relatif tenang sehingga api tidak merambat ke rumah warga di sekitarnya.

“Kalau siang itu bisa merambat karena angin biasanya lagi besar. Untungnya malam tadi tidak ada angin. Kalau objek yang terbakar ini rumahnya kecil, cuma di samping kiri dan kanannya ada rumah berdempetan,” jelas Jajat.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.47 WIB. Petugas kemudian melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi kembali menimbulkan api.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, seluruh perabotan di dalam rumah hangus terbakar.

Kerugian materiil akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp 150 juta.

“Seluruh barang di rumah itu hangus, menurut penuturan pemilik rumahnya kurang lebih kerugian Rp 150 juta. Alhamdulillahnya tidak sampai ada korban,” pungkas Jajat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page