Sehari 4 Kebakaran Terjadi di Indramayu, Rumah Warga, Ilalang, Hingga Mobil

INDRAMAYUUPDATE – Dalam sehari, empat peristiwa kebakaran beruntun terjadi di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Sabtu (8/8/2026).

Objek yang terbakar beragam, mulai dari tumpukan sekam, rumput ilalang, rumah warga, hingga sebuah mobil.

Kondisi ini membuat personel pemadam kebakaran (Damkar) harus dibagi ke sejumlah titik, mengingat waktu kejadian yang nyaris bersamaan.

Kabid Damkar pada Dinas Satpol PP dan Damkar Indramayu, Jajat Wibisono, menjelaskan bahwa rentetan peristiwa kebakaran tersebut menuntut respons cepat dari seluruh tim di lapangan.

Laporan pertama masuk pada pukul 11.40 WIB. Kebakaran melanda tumpukan sekam penggilingan padi di Desa Sanca, Kecamatan Gantar.

“Di Desa Sanca objek yang terbakar adalah tumpukan sekam penggilingan padi, posisinya persis di samping tempat penggilingannya,” ujar Jajat saat ditemui Kompas.com di Mako Damkar Indramayu, Sabtu malam.

Beruntung, api dapat segera dikendalikan sebelum merambat ke bangunan penggilingan dan memicu kebakaran yang jauh lebih besar lagi.

Jajat menerangkan, pemicu kebakaran diketahui berasal dari aktivitas pembakaran daun kering di sekitar lokasi. Operasi pemadaman di titik ini baru selesai pada pukul 13.40 WIB.

Belum selesai tim pertama menangani kebakaran di Desa Sanca, laporan kedua masuk pada pukul 12.10 WIB.

Kebakaran kali ini menimpa sebuah rumah milik warga bernama Sariah di Desa Tersana, Kecamatan Sukagumiwang. Tim lain segera dikerahkan ke lokasi.

Saat petugas tiba, api sudah membesar dan menghanguskan rumah beserta isinya.

“Kondisi rumah saat itu dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang membantu tetangga yang menggelar hajatan,” jelas Jajat.

Dalam upaya pemadaman, petugas sempat mendapat kendala berupa tiupan angin yang kencang, membuat api dengan cepat merambat ke segala arah.

Petugas segera melakukan langkah taktis untuk melokalisasi api agar tidak merambat ke bangunan tetangga.

Api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 14.30 WIB. Jajat memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

“Penyebab kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik, adapun untuk kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 100 juta,” kata Jajat.

Di tengah upaya pemadaman rumah di Tersana, laporan ketiga kembali masuk pada pukul 13.20 WIB.

Kebakaran melanda lahan rumput ilalang di Jalan Ibu Tin, Desa Pekandangan, Kecamatan Indramayu.

“Objek yang terbakar rumput ilalang, penyebab kebakaran dipicu karena bakar sampah. Alhamdulillah api berhasil dipadamkan dengan cepat pada pukul 13.45 WIB,” papar Jajat.

Rentetan kebakaran yang terjadi di Indramayu, rupanya belum berakhir. Pada malam hari sekitar pukul 19.20 WIB, laporan kembali masuk.

Jajat mengatakan, kali ini objek yang terbakar merupakan sebuah mobil yang tengah melintas di Desa Singaraja, Kecamatan Indramayu.

Menurut Jajat, sopir menyadari adanya kepulan asap dari bagian kap mesin saat mobil sedang melaju.

“Sopir kemudian berhenti, parkir, dan ternyata ada api di kap mobil, diduga karena korsleting listrik. Tidak berselang lama, api berhasil dipadamkan,” ungkapnya.

Menyikapi empat insiden beruntun ini, Damkar Indramayu mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi musim kemarau yang membuat potensi kebakaran meningkat tajam.

Jajat mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran daun kering, sampah, maupun rumput secara sembarangan.

“Kami juga mengingatkan untuk memastikan instalasi listrik dalam keadaan baik, jangan meninggalkan kompor atau peralatan listrik dalam keadaan menyala, serta jika memungkinkan untuk menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah atau tempat usaha,” pungkas Jajat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page