Viral Konvoi Acungkan Samurai, 9 Anggota Geng Motor WARBUJI Dibekuk Polisi!

INDRAMAYUUPDATE – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Indramayu menangkap sembilan anggota geng motor yang menamakan diri “WARBUJI”. Mereka diamankan setelah video konvoi sambil mengacungkan senjata tajam jenis samurai di kawasan Bunderan Perahu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, viral di media sosial.

Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Muchammad Arwin Bachar, mengatakan sembilan remaja tersebut ditangkap di sejumlah lokasi di Kecamatan Balongan pada Senin (27/7/2026) siang.

Mereka berinisial MAZ (15), F (15), RI (14), MFB (15), YSS (17), FR (15), AS (16), MDN (15), dan YAP (14). Mayoritas masih berstatus pelajar SMP dan SMK.

“Berbekal informasi dan rekaman video kejadian pada Sabtu (25/7/2026) dini hari tersebut, tim Unit Resmob langsung melakukan penyelidikan. Kami mendapati bahwa para pelaku merupakan kelompok yang menamakan diri mereka WARBUJI,” kata Arwin saat dikonfirmasi, Selasa (28/7/2026).

Menurut Arwin, setiap anggota memiliki peran berbeda, mulai dari penyedia senjata tajam, pembawa pedang samurai, pembawa botol kaca, hingga perekam video aksi mereka.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kejadian bermula saat rombongan WARBUJI hendak mencari makan di wilayah Kota Indramayu sekitar pukul 03.00 WIB.

Saat melintas di kawasan Bunderan Perahu, mereka mengaku dilempari batu oleh sekelompok pemuda yang sedang berkumpul.

“Tidak terima dilempari batu, salah satu anggota berinisial YSS memprovokasi rekan-rekannya untuk melakukan serangan balasan,” ujar Arwin.

Kelompok tersebut kemudian kembali ke basecamp mereka di Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan, untuk mengambil pedang samurai milik YAP serta mengumpulkan botol-botol kaca yang akan digunakan dalam aksi tawuran.

Namun, saat mereka kembali ke lokasi, sebuah mobil Tim URC Polres Indramayu melintas dan mengamankan salah seorang anggota kelompok itu. Melihat rekannya ditangkap, anggota lainnya langsung melarikan diri.

“Bukannya pulang, setelah kabur mereka justru konvoi memutari kota sambil mengacungkan senjata tajam. Aksi mereka kemudian dikejar oleh rombongan Tim URC,” katanya.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita enam unit telepon seluler yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dan merekam aksi konvoi.

Sementara pedang samurai yang sempat dibawa para pelaku diketahui telah dibuang di sekitar Pool Bhineka, Jalan Ir H Juanda, Singajaya, karena panik saat dikejar polisi.

Saat ini kesembilan remaja tersebut telah diserahkan ke Unit Harda Satreskrim Polres Indramayu untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Polisi juga mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama pada malam hari, guna mencegah keterlibatan dalam aksi tawuran maupun kejahatan jalanan.

“Kami tidak akan memberi ruang sedikit pun kepada para pelaku kejahatan jalanan, termasuk anggota geng motor,” tegas Arwin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page