Sekolah Rakyat di Indramayu Bakal Miliki Lapangan Bola Berstandar FIFA

INDRAMAYUUPDATE – Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terus dikebut menjelang dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027. Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah lapangan sepak bola dengan rumput alami berstandar FIFA.

Sekolah Rakyat yang dibangun di atas lahan seluas 9,2 hektare itu merupakan program strategis pemerintah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas. Kawasan pendidikan terpadu tersebut juga dilengkapi ruang terbuka hijau (RTH) seluas 69.628 meter persegi serta dikelilingi perkebunan jati yang menciptakan suasana belajar yang asri.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan percepatan pembangunan tidak boleh mengurangi kualitas konstruksi.

“Yang paling penting, kualitas bukan sesuatu yang boleh dikorbankan. Saya paling anti mengorbankan kualitas, apa pun yang terjadi, bangunan Sekolah Rakyat ini harus bertahan lama,” kata Dody dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).

Lapangan sepak bola di kawasan sekolah menggunakan rumput alami jenis Zoysia matrella Linmer yang disebut memenuhi standar FIFA. Area tersebut juga dilengkapi lintasan atletik (running track) selebar 7,8 meter untuk menunjang aktivitas olahraga para siswa.

Selain lapangan olahraga, Sekolah Rakyat Indramayu akan memiliki gedung pembelajaran untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, laboratorium, asrama siswa, rumah susun guru, gedung serbaguna, guest house, hingga lapangan upacara dalam satu kawasan terpadu.

Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Jawa Barat Tomi Hendratno mengatakan progres pembangunan hingga 28 Juni 2026 telah mencapai 80,16 persen dengan melibatkan sekitar 920 pekerja.

“Saat ini pekerjaan telah memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing), termasuk penuntasan penutupan atap yang ditargetkan rampung dalam pekan ini,” ujar Tomi.

Proyek senilai Rp236 miliar itu dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya dan PT Uno Tanoh Seuramoh.

Meski demikian, pembangunan sempat menghadapi kendala akses menuju lokasi proyek. Sekitar 2,2 kilometer jalan menuju kawasan sekolah masih belum memiliki perkerasan.

Menurut Tomi, pihaknya akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bina Marga agar peningkatan akses jalan dapat dipercepat melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

Kementerian PU memastikan pembangunan tetap mengedepankan standar mutu konstruksi, mulai dari pemilihan material hingga metode pelaksanaan di lapangan, sehingga bangunan dapat digunakan dalam jangka panjang dengan aman dan nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page