INDRAMAYUUPDATE – Petani jagung di Kabupaten Indramayu kini tak perlu khawatir soal pemasaran hasil panen. Perum Bulog siap menyerap jagung pipilan kering petani dengan harga Rp 6.400 per kilogram sesuai standar kualitas yang ditetapkan.
Pimpinan Cabang Bulog Indramayu Apip Wijaya mengatakan harga tersebut berlaku untuk jagung dengan kadar air maksimal 12-14 persen dan kandungan aflatoksin maksimal 50 part per billion (ppb).
“Untuk harga kami tetapkan Rp 6.400 per kilogram dengan kadar air maksimal 12-14 persen, dengan kandungan aflatoxin maksimal 50 part per billion (ppb),” kata Apip saat ditemui di kantornya, Senin (22/6/2026).
Selain itu, jagung yang diserap harus dalam kondisi bersih dan bebas dari benda asing, hama maupun kotoran lainnya.
Kebijakan tersebut mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 216 Tahun 2025 tentang Harga Pembelian Pemerintah (HPP) jagung untuk Perum Bulog. Dalam aturan itu, harga jagung pipilan kering di tingkat petani ditetapkan Rp 5.500 per kilogram untuk kadar air 18-20 persen. Sementara harga Rp 6.400 per kilogram berlaku untuk jagung dengan kadar air maksimal 14 persen yang diserahkan langsung ke gudang Bulog.
Pada 2026, Bulog Indramayu menargetkan penyerapan jagung petani mencapai 900 ton. Hingga pertengahan tahun, realisasi penyerapan telah mencapai 585 ton atau sekitar 65 persen dari target.
“Kami akan terus melakukan optimalisasi penyerapan jagung kering pipil hasil produksi petani Indramayu,” ujarnya.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap target nasional penyerapan 1 juta ton jagung yang dicanangkan pemerintah pusat.
Dalam pelaksanaannya, Bulog Indramayu turut menggandeng Polres Indramayu untuk mengawal proses penyerapan hasil panen. Salah satunya saat kegiatan penyerapan jagung di gudang Bulog wilayah Kecamatan Lelea.
Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Muchammad Arwin Bahar mengatakan pihaknya turun langsung ke lapangan untuk memastikan proses penyerapan berjalan lancar, transparan, dan memberikan manfaat bagi petani.
“Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi hasil panen petani dapat berjalan dengan baik serta mendukung ketersediaan stok pangan nasional,” kata Arwin.
Menurutnya, sinergi antara Polri, Bulog, dan petani menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus memastikan hasil panen petani terserap secara optimal.
“Polri akan terus bersinergi dengan Bulog dan para petani untuk menjamin stabilitas pangan serta rantai distribusi hasil pertanian berjalan efektif dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan hasil panen petani dapat terserap optimal dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” pungkasnya.






