21.182 Warga Indramayu Berangkat ke Luar Negeri Jadi Pekerja Migran, OJK Ingatkan Pentingnya Kelola Gaji

Sebanyak 21.182 PMI asal Indramayu diberangkatkan pada 2025. OJK Cirebon mendorong pengelolaan penghasilan untuk modal usaha dan masa depan keluarga.

INDRAMAYUUPDATE – Sebanyak 21.182 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu diberangkatkan untuk bekerja ke luar negeri sepanjang 2025. Penghasilan yang mereka peroleh dinilai berpotensi menjadi modal usaha dan sumber penghidupan baru bagi keluarga setelah kembali ke kampung halaman.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, Agus Muntholib, mengatakan peluang kerja di luar negeri perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan. Dengan begitu, pendapatan selama bekerja tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat disiapkan untuk masa depan.

“Perluasan peluang kerja bagi PMI perlu diiringi dengan kesiapan dalam mengelola penghasilan dan merencanakan masa depan keuangan,” ujar Agus, dikutip Selasa (20/10/2026).

Menurut Agus, pemahaman mengenai layanan keuangan menjadi salah satu bekal penting bagi pekerja migran. Pengetahuan tersebut dapat membantu mereka menentukan prioritas pengeluaran, memilih produk keuangan sesuai kebutuhan, hingga merencanakan sumber pendapatan setelah masa kontrak kerja berakhir.

OJK Cirebon pun mendorong penguatan kerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan untuk memperluas edukasi keuangan bagi PMI. Materi edukasi mencakup pemanfaatan layanan keuangan formal serta pengenalan alternatif pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan.

Agus menilai, pendapatan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kegiatan produktif ketika PMI pulang ke daerah asal.

“Selain memenuhi kebutuhan sehari-hari, pendapatan selama bekerja di luar negeri dapat direncanakan untuk mendukung kegiatan produktif ketika pekerja kembali ke kampung halaman,” katanya.

Pengangguran Terbuka Indramayu 6,47 Persen

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, jumlah PMI yang diberangkatkan sepanjang 2025 mencapai 21.182 orang.

Pada periode yang sama, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Indramayu tercatat sebesar 6,47 persen. Sementara itu, persentase penduduk miskin mencapai 11,02 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan ketenagakerjaan dan kondisi sosial ekonomi masih menjadi tantangan di Indramayu. Karena itu, pengelolaan penghasilan PMI dinilai penting agar manfaat bekerja di luar negeri juga dapat mendukung ketahanan ekonomi keluarga dalam jangka panjang.

Meski demikian, angka penempatan PMI, tingkat pengangguran terbuka, dan persentase penduduk miskin tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan adanya hubungan sebab-akibat di antara ketiganya.

Pemerintah Siapkan Program SMK Go Global

Di tingkat nasional, pemerintah menyiapkan program SMK Go Global dengan target menyiapkan 500.000 calon PMI terampil hingga 2029.

Target tersebut terdiri dari 300.000 lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan 200.000 peserta dari kalangan masyarakat umum.

Pemerintah juga memperkuat kerja sama penempatan dan pelindungan PMI dengan sejumlah negara, termasuk Portugal, Malaysia, dan Jepang.

Penguatan keterampilan, pelindungan pekerja, serta literasi keuangan menjadi bagian penting agar peluang kerja di luar negeri dapat memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan, tidak hanya bagi PMI, tetapi juga bagi keluarga dan perekonomian daerah asal mereka.

Exit mobile version