INDRAMAYUUPDATE — Nasib nahas dialami Akhmad Jaenuri, perangkat Desa Tempel, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Sepeda motor Honda CBR miliknya raib dicuri pada Rabu (12/8/2026) dini hari.
Motor yang biasa digunakan Jaenuri untuk aktivitas sehari-hari itu diketahui hilang dari teras rumah pada pagi hari. Pencurian baru disadari setelah istrinya menanyakan keberadaan kendaraan tersebut.
Jaenuri menuturkan, sebelum kejadian dirinya menggunakan motor tersebut untuk mengikuti perlombaan di kantor Kecamatan Lelea. Setelah acara selesai sekitar tengah malam, ia sempat mampir ke balai desa sebelum akhirnya pulang ke rumah.
“Saya pulang dari kantor kecamatan sekitar jam 12 malam, mampir dulu ke balai desa baru pulang. Sekitar jam 1 saya juga belum tidur. Sadar-sadar paginya dikasih tahu istri nanyain motor,” kata Jaenuri saat ditemui di kediamannya, Rabu sore.
Mengetahui motornya hilang, Jaenuri langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa. Sebab, rumahnya tidak dilengkapi kamera pengawas atau CCTV.
Pihak desa kemudian membantu mengecek rekaman CCTV yang terpasang di sejumlah titik untuk mengetahui kemungkinan rute pelarian pelaku.
Jaenuri mengaku terkejut dengan kejadian tersebut. Menurutnya, lingkungan tempat tinggalnya selama ini relatif aman, terlebih letak rumahnya yang diketahui berada di dalam gang dan bukan di pinggir jalan raya.
“Di sini sebenarnya aman, tidak pernah ada kejadian pencurian. Dari awal punya motor itu saya juga suka diparkir di teras aman-aman saja. Malah kunci motor kadang masih nyantol itu aman. Kalau yang kejadian semalam kuncinya dibawa masuk,” ujarnya.
Di sisi lain, sistem keamanan lingkungan di Desa Tempel Kulon sebenarnya telah berjalan. Warga rutin melaksanakan ronda malam dan pemerintah desa juga membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk melakukan patroli.
Namun, pada malam saat pencurian terjadi, petugas satgas yang biasanya berpatroli sedang memiliki keperluan lain.
“Kebetulan lagi apes mungkin ya. Malam tadi satgasnya lagi ada keperluan. Kalau ronda malam itu jalan, cuma karena ada keperluan itu,” ungkap Jaenuri.
Motor Honda CBR tersebut diketahui dibeli Jaenuri pada 2020. Hilangnya kendaraan itu kini turut menghambat aktivitasnya sebagai perangkat desa.
Meski demikian, Jaenuri mengaku belum membuat laporan resmi ke kepolisian. Ia bersama aparat pemerintah desa masih berupaya mengumpulkan informasi dan petunjuk terkait keberadaan motor tersebut.
“Kalau lapor polisi belum, kami lagi cari informasi dahulu. Tapi nanti saya juga akan buat laporan ke polisi,” katanya.
Pemerintah Desa Tempel Kulon pun berencana meningkatkan pengamanan, khususnya pada malam hari. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi dan menjaga keamanan warga.
Sementara itu, kepolisian terus menggencarkan patroli malam di sejumlah titik yang dianggap rawan tindak kriminal, termasuk pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Polisi masih menunggu laporan resmi dari korban untuk melakukan proses penyelidikan lebih lanjut.
Masyarakat juga diimbau segera melapor apabila menjadi korban tindak pidana atau menemukan adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Layanan kepolisian 110 dapat dimanfaatkan warga untuk melaporkan kejadian tersebut.
