INDRAMAYUUPDATE – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, meninjau langsung lokasi penyaluran bantuan pangan di Balai Desa Lobener, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (20/8/2026).
Kunjungan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan bantuan pangan alokasi bulan Juli, Agustus, dan September tersalurkan tepat sasaran dan diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Pantauan di lokasi, Balai Desa Lobener Lor sudah dipadati oleh ratusan warga penerima manfaat sejak pagi.
Warga tampak tertib mengantre dengan membawa dokumen persyaratan dan menyambut gembira penyerahan beras yang dilakukan secara simbolis.
Hanif menyampaikan bahwa penyaluran bantuan pangan ini adalah salah satu tindak lanjut dari upaya pengawasan pergerakan harga kebutuhan pokok oleh pemerintah.
Pengawasan tersebut dilakukan secara ketat melalui sistem terpadu lintas lembaga yang melibatkan Bank Indonesia (BI), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Fluktuasi harga terus dipantau pemerintah. Kami telah mempersiapkan stok yang cukup di seluruh gudang Bulog. Stok tersebut merupakan akumulasi beras pemerintah pusat dan cadangan pemerintah daerah, yang berfungsi sebagai instrumen intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga,” ujar Hanif di lokasi.
Lebih lanjut, Hanif menjelaskan bahwa jika harga di pasaran terindikasi mulai menjauhi Harga Eceran Tertinggi (HET), pemerintah akan langsung melakukan langkah intervensi.
Langkah-langkah tersebut meliputi penyaluran bantuan pangan langsung, penerapan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), optimalisasi pembangunan warung pangan oleh ID FOOD.
Pemerintah menyadari bahwa menjaga stabilitas harga pangan untuk 288,3 juta jiwa penduduk di belasan ribu pulau bukanlah hal yang mudah.
Meski demikian, Hanif memastikan koordinasi akan terus diperkuat demi menjamin ketersediaan pangan yang terjangkau.
Bantuan pangan ini diharapkan dapat efektif menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah, sekaligus meredam potensi gejolak harga pangan di Indramayu, yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung beras nasional.
Sejalan dengan upaya stabilisasi tersebut, ketersediaan stok beras di tingkat daerah menunjukkan tren yang sangat positif.
Pimpinan Cabang Bulog Indramayu, Apip Wijaya, menyampaikan bahwa pengadaan beras dari petani lokal telah sukses melampaui target yang ditetapkan.
“Di Bulog, dari hasil pengadaan dalam negeri yang dari petani lokal ini, alhamdulillah sampai hari ini sudah mencapai lebih dari 100 persen dari total target 174.000 ton setara beras,” ungkap Apip.
Apip memastikan bahwa capaian tersebut akan semakin memperkuat ketersediaan beras di gudang-gudang Bulog wilayah Indramayu, guna mendukung kebutuhan masyarakat luas dan menjaga stabilitas pasokan secara berkelanjutan ke depannya.
