Berita  

Wakil Ketua DPRD Majalengka “Angkat Topi” Apresiasi Rencana 10 Daerah di Perbatasan Jabar-Jateng Dukung Bandara Kertajati

INDRAMAYUUPDATE – Sebanyak 10 pemerintah kabupaten dan kota di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah sepakat untuk mendeklarasikan dukungan mereka terhadap optimalisasi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Langkah strategis oleh kepala daerah lintas wilayah ini langsung mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka, Asep Eka Mulyana.

Menurutnya, kolaborasi tersebut akan mempertegas bahwa Bandara Kertajati adalah aset strategis bersama yang kepentingannya melampaui batas administratif satu wilayah.

“Saya mengapresiasi para kepala daerah yang akan mendeklarasikan dukungan terhadap BIJB Kertajati. Ini menunjukkan bahwa Kertajati bukan hanya milik Majalengka, tetapi milik seluruh masyarakat di daerah lainnya. Karena itu, sudah seharusnya dijaga dan dikembangkan secara bersama-sama,” ujar Asep, Minggu (26/7/2026).

Asep menegaskan, Bandara Kertajati tidak bisa dibiarkan berjuang sendiri atau hanya mengandalkan satu daerah saja.

Kolaborasi dari wilayah-wilayah penyangga ini akan menjadi penguat dari upaya Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam upaya menghidupkan dan meningkatkan aktivitas penerbangan di Bandara Kertajati.

“Semakin banyak daerah yang merasa memiliki dan memanfaatkan Kertajati, maka peluang tumbuhnya penerbangan, investasi, logistik, hingga pariwisata juga akan semakin besar,” tambahnya.

Diketahui 10 daerah yang berencana memberikan dukungannya tersebut meliputi delapan wilayah di Jawa Barat dan dua di Jawa Tengah.

Mereka adalah Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Cilacap.

Dihubungi secara terpisah, Manager Corporate Secretary PT BIJB, Imam Rasyidin, menjelaskan bahwa kesepuluh daerah tersebut tidak sekadar mendeklarasikan dukungan saja.

Tetapi juga menyepakati sembilan ruang lingkup kerja sama strategis guna mendongkrak aktivitas bandara.

Pertama, kata Imam, 10 daerah tersebut berkomitmen bersama untuk meningkatkan konektivitas transportasi udara dari dan menuju BIJB Kertajati.

Kemudian, Pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Penguatan logistik dan kargo komoditas unggulan daerah, Pengembangan investasi dan kawasan Aerocity Kertajati, Fasilitasi layanan penumpang termasuk untuk perjalanan haji dan umrah.

Poin selanjutnya Promosi potensi serta peluang investasi antardaerah, Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), Pengembangan digitalisasi layanan, dan Pertukaran data dan informasi antardaerah.

“Mereka (pemerintah daerah) akan mengoptimalkan semua sumber daya yang ada di 10 kabupaten/kota ini untuk saling mendukung dan memajukan aktivitas Bandara Kertajati,” jelas Imam.

Sama seperti legislatif, pihak pengelola bandara juga berharap sinergi lintas daerah tersebut tidak berhenti pada tahap deklarasi saja, melainkan segera diwujudkan dalam langkah nyata.

Sehingga ke depan, Bandara Kertajati bisa bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

You cannot copy content of this page

Exit mobile version