INDRAMAYUUPDATE – Ratusan petani yang tergabung dalam Serikat Tani Indramayu (STI) melakukan aksi jalan kaki atau longmarch dari Kabupaten Indramayu menuju Istana Negara di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes karena janji pemerintah terkait pembangunan irigasi dan bantuan alat pertanian belum juga terealisasi.
Ketua Serikat Tani Indramayu (STI), Casudi, mengatakan para petani ingin menagih janji Menteri Pertanian mengenai pembangunan dua titik Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang disampaikan saat peringatan Hari Tani pada 24 September 2025.
Selain itu, mereka juga meminta kepastian atas proposal bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang telah diajukan ke Kementerian Pertanian.
“Tuntutannya adalah menagih janji Menteri Pertanian terkait dua titik Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang dijanjikan pada waktu peringatan Hari Tani tanggal 24 September 2025 lalu, serta proposal bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang pernah diajukan oleh STI ke Kementan,” kata Casudi.
Aksi dimulai dari wilayah Karangsinom, Kecamatan Kandanghaur. Ratusan petani berjalan kaki menyusuri Jalur Pantura dengan tujuan akhir Istana Negara di Jakarta.
Casudi menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk keseriusan petani dalam memperjuangkan hak mereka. Menurutnya, para petani tidak akan menghentikan perjalanan sebelum ada kepastian dari pemerintah.
“Aksi ini akan kami lakukan sampai dengan perwakilan dari Kementan menemui kami di sini untuk memberikan kepastian terkait janji tersebut,” tegasnya.
Menurut Casudi, pembangunan JIAT sangat dibutuhkan untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama di tengah musim kemarau yang mulai memicu kekeringan di sejumlah wilayah Indramayu.
Sementara bantuan alsintan dinilai penting untuk menekan biaya produksi, meningkatkan efisiensi kerja, sekaligus mendongkrak produktivitas hasil panen.
Melalui aksi ini, para petani berharap pemerintah pusat segera merealisasikan komitmen yang telah disampaikan agar kebutuhan infrastruktur irigasi dan sarana produksi pertanian di Indramayu dapat segera terpenuhi.
“Kami hanya ingin janji tersebut bisa dipenuhi oleh pemerintah,” pungkas Casudi.
