INDRAMAYUUPDATE – Ratusan warga di Blok Pasir Toro, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, akhirnya bisa menikmati penerangan setelah puluhan tahun hidup tanpa aliran listrik. Sebanyak 102 rumah dan satu masjid kini mendapat instalasi panel surya melalui Program Rumah Terang dari BAZNAS RI.
Selama ini, warga di permukiman yang berada di tengah kawasan hutan Perhutani itu hanya mengandalkan cempor atau lampu minyak untuk penerangan saat malam hari.
“Kalau penerangan ya hanya dari cempor. Cempor itu lampu minyak, lampu damar, soalnya di sini nggak ada listrik,” kata warga, Onoh (56), Kamis (9/7/2026).
Menurut Onoh, penggunaan lampu minyak juga menjadi beban ekonomi. Satu liter solar hanya cukup digunakan selama dua hari dengan pemakaian yang sangat hemat.
Kini kondisi itu berubah. Untuk pertama kalinya, lampu-lampu menyala di rumah-rumah warga Blok Pasir Toro. Suasana haru dan sorak gembira pun pecah saat peresmian dilakukan.
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, Program Rumah Terang diharapkan bukan hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup.
“Sekarang anak-anak punya harapan, mereka bisa belajar membaca buku dengan lebih nyaman, ibu-ibunya juga bisa baca Al-Quran lebih nyaman,” ujar Sodik.
Ia mengatakan, program tersebut merupakan hasil pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun BAZNAS RI. Secara nasional, Program Rumah Terang menargetkan pemasangan panel surya di 452 rumah pada tahun ini.
“Hari ini kita langsung mengamalkannya di daerah Indramayu. Untuk satu paket perangkatnya ada kabel, lampu, dan solar cell,” katanya.
Menurut Sodik, perangkat panel surya tersebut diklaim memiliki masa pakai hingga 10 tahun. BAZNAS juga menjamin pemeliharaan apabila terjadi kerusakan.
“Kalau ada gangguan nanti cukup lapor ke BAZNAS Indramayu, petugas akan datang melakukan perbaikan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cikawung Asep Rahayu mengatakan mayoritas warga Blok Pasir Toro merupakan pendatang yang menetap karena menggarap lahan pertanian di kawasan hutan.
Ia menjelaskan, dua tahun terakhir pemerintah desa mengarahkan warga untuk membangun permukiman dalam satu kawasan agar pelayanan dan penyaluran bantuan lebih mudah dilakukan.
“Kami juga meminta warga menertibkan administrasi kependudukan karena masih ada yang KTP-nya dari luar daerah. Ini penting agar mereka bisa terdata dalam berbagai program bantuan,” kata Asep.
Penjabat Sekretaris Daerah Indramayu Ahmad Syadali mengaku terkejut masih ada wilayah di Indramayu yang belum menikmati listrik. Ia mengapresiasi langkah BAZNAS RI yang lebih dulu hadir membantu masyarakat.
“Ini menjadi bahan bagi kami untuk melaporkan kepada pimpinan bahwa masih ada warga dengan kondisi seperti ini sehingga ke depan harus menjadi perhatian pemerintah,” ujar Syadali.
Ia juga mengingatkan warga agar segera melengkapi administrasi kependudukan sehingga seluruh program pemerintah dapat menjangkau masyarakat di Blok Pasir Toro.
