INDRAMAYUUPDATE – Tragedi kecelakaan maut yang menewaskan 12 orang di Jalur Pantura Indramayu, Jawa Barat, menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar tidak lagi menggunakan mobil pikap untuk mengangkut penumpang.
Polres Indramayu bersama Ditlantas Polda Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Indramayu mengingatkan bahwa mobil bak terbuka tidak diperuntukkan sebagai kendaraan angkutan orang karena memiliki risiko fatal yang sangat tinggi saat terjadi kecelakaan.
Kasat Binmas Polres Indramayu Iptu Tasim mengatakan masyarakat diminta menghentikan kebiasaan menggunakan mobil pikap sebagai sarana transportasi penumpang.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak lagi menggunakan mobil bak terbuka atau pikap sebagai sarana mengangkut orang,” kata Tasim, Selasa (14/7/2026).
Menurut Tasim, penggunaan mobil bak terbuka untuk mengangkut penumpang melanggar ketentuan Pasal 137 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Jangan mempertaruhkan nyawa hanya karena alasan praktis atau hemat biaya. Gunakan kendaraan yang memang diperuntukkan mengangkut penumpang,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kasubbid Gakkum Ditlantas Polda Jabar AKBP Jimmy Manurung. Ia menyebut kecelakaan yang merenggut 12 korban jiwa menjadi bukti nyata tingginya risiko penggunaan mobil pikap sebagai kendaraan penumpang.
“Kami meminta masyarakat agar tidak lagi menggunakan mobil pikap atau bak terbuka untuk mengangkut penumpang,” kata Jimmy.
Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim meminta tragedi tersebut dijadikan momentum evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan kendaraan dan penegakan aturan lalu lintas.
“Penegakan regulasi untuk angkutan orang harus benar-benar diterapkan dan diawasi,” ujar Lucky.
Diketahui, kecelakaan terjadi pada Minggu (12/7). Mobil pikap yang mengangkut 18 orang rombongan pengantar pengantin berhenti di lajur kanan Jalan Pantura Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, untuk berputar arah di titik u-turn.
Saat berhenti, pikap dihantam truk wing box dari belakang hingga terpental ke jalur berlawanan. Dalam waktu bersamaan, sebuah truk dari arah berlawanan kembali menabrak pikap tersebut.
Akibat tabrakan beruntun itu, sebanyak 12 orang meninggal dunia. Tiga korban tewas di lokasi kejadian, sedangkan sembilan lainnya meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit. Enam korban lainnya selamat namun masih menjalani perawatan.
Polisi berharap tragedi tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih disiplin mematuhi aturan lalu lintas dan tidak lagi menggunakan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut penumpang demi keselamatan bersama.
