Petugas Senam Saat Jam Layanan di Puskesmas Patrol Viral, Camat: Kepala Puskesmas Minta Maaf

Screenshot

INDRAMAYUUPDATE – Video yang memperlihatkan sejumlah petugas kesehatan sedang mengikuti senam pagi saat jam pelayanan di Puskesmas Patrol, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, viral di media sosial. Peristiwa itu kini telah diselesaikan secara damai melalui mediasi yang difasilitasi pihak kecamatan.

Camat Patrol, Bagus Asep Trisnadi, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah video tersebut beredar dengan meminta klarifikasi dari kedua belah pihak untuk mengetahui duduk persoalan.

“Hasil mediasi menunjukkan bahwa kejadian itu bermula pada Sabtu (25/7/2026) pagi saat Puskesmas Patrol melaksanakan kegiatan rutin Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), program dari Kementerian Kesehatan yang dilaksanakan oleh seluruh puskesmas,” kata Bagus saat dikonfirmasi, Selasa (28/7/2026).

Menurut Bagus, pelaksanaan senam merupakan bagian dari program Germas yang memang dijadwalkan di masing-masing puskesmas. Ada yang melaksanakannya pada Jumat dan ada pula yang memilih Sabtu.

“Pelaksanaan senam tersebut merupakan bagian dari kegiatan Germas dari Kemenkes. Di seluruh puskesmas pun melaksanakan kegiatan tersebut, hanya saja waktunya ada yang hari Jumat dan ada yang hari Sabtu,” ujarnya.

Meski demikian, Bagus menegaskan pelayanan kesehatan di Puskesmas Patrol tetap berlangsung selama kegiatan senam berlangsung karena hanya sebagian kecil petugas yang mengikuti aktivitas tersebut.

Ia menjelaskan, persoalan muncul ketika seorang pasien yang telah mendaftar secara online mendapat nomor antrean 36. Pelayanan disebut sedikit melambat karena sebagian petugas masih mengikuti senam. Selain itu, suara musik yang cukup keras membuat pasien merasa tidak nyaman hingga melayangkan protes.

“Kondisinya orang sakit, apalagi sedang mengantre, mendengar suara musik yang keras mungkin ada rasa risih. Jadi spontanitas terjadi hal seperti itu. Kami tidak menyalahkan pasien, termasuk puskesmas, karena posisinya Puskesmas juga sedang menjalankan instruksi Kemenkes. Kami berada di tengah-tengah,” jelasnya.

Sebelum mediasi dilakukan, pihak kecamatan lebih dulu meminta klarifikasi kepada Kepala Puskesmas Patrol. Dalam keterangannya, pihak puskesmas mengaku telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada pasien.

Namun, pasien saat itu belum menerima permintaan maaf tersebut hingga video keluhannya kemudian menyebar di sejumlah grup Facebook.

Untuk mencegah persoalan semakin meluas, pihak Kecamatan Patrol mengundang pasien ke rumah dinas camat pada hari yang sama guna mendengarkan langsung keluhannya.

“Intinya, yang bersangkutan hanya ingin Kepala Puskesmas meminta maaf dan memperbaiki pelayanannya. Mereka tidak ingin memperpanjang masalah,” ungkap Bagus.

Setelah itu, Kepala Puskesmas turut diundang ke rumah dinas camat untuk menjalani mediasi. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Puskesmas menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan.

“Kedua belah pihak menyadari tanpa ada paksaan. Malam itu juga pasien dengan sadar menghapus semua postingan di lima grup Facebook tersebut dan membuat unggahan klarifikasi bahwa permasalahan telah selesai secara islah,” kata Bagus.

Sebagai tindak lanjut, Camat Patrol meminta Kepala Puskesmas mengumpulkan seluruh pegawai pada Senin pagi untuk melakukan evaluasi pelayanan.

Bagus menegaskan pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama, termasuk membangun komunikasi yang baik dengan pasien agar kejadian serupa tidak terulang.

“Saya sampaikan agar ini menjadi kejadian yang terakhir dan bahan koreksi kita bersama. Kita ajak puskesmas juga untuk bersinergi dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh petugas agar lebih proaktif berkomunikasi apabila ada pasien yang merasa tidak nyaman.

“Kalau ada pasien yang merasa tidak nyaman, saling mengingatkan teman-temannya, inisiatif satu orang mengajak komunikasi yang baik dan mengajak berbicara di ruangan. Dengan begitu pasien juga akan merasa lebih dihargai,” pungkasnya.

Saat ini, pelayanan di Puskesmas Patrol disebut telah kembali berjalan normal dan kondusif. Pihak puskesmas juga menyatakan berkomitmen memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.

You cannot copy content of this page

Exit mobile version