Momen Pilu Saat Jenazah Ibu dan Anak Dibaringkan Berjajar Usai Tewas dalam Kecelakaan Maut di Jalur Pantura Indramayu

INDRAMAYUUPDATE – Suasana duka masih menyelimuti Blok Cemeti, Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sehari setelah kecelakaan maut di Jalur Pantura yang menewaskan 12 orang.

Tangis keluarga pecah saat dua jenazah, Ayu Wulandari (32) dan ibunya, Yunah (49), tiba di rumah duka pada Minggu (12/7/2026). Momen paling mengharukan terjadi ketika jenazah ibu dan anak itu dibaringkan berdampingan sebelum dimakamkan.

Ayu dan Yunah merupakan bagian dari 12 korban meninggal dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil pikap dan dua truk di Jalur Pantura, tepatnya di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener.

Ayu meninggal di lokasi kejadian, sementara Yunah mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di RS Mitra Plumbon.

Tetangga korban, Darsinih (34), mengatakan Ayu sebenarnya sudah menetap di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, setelah menikah. Sekitar sebulan lalu, Ayu pulang ke kampung halamannya untuk menjenguk sang ibu.

“Sudah sekitar satu bulan di sini Ayu lagi nengok ibunya, terus ikut rombongan pengantin yang masih satu desa,” ujar Darsinih, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, Ayu dikenal sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul. Ia pun mengaku masih sulit percaya sahabatnya meninggal dalam kecelakaan tragis tersebut.

“Kalau kata orang sini mah dia itu grapyak, suka bersosialisasi,” katanya.

Tetangga lainnya, Catu (48), mengungkapkan Ayu baru sekitar dua tahun menikah dan belum dikaruniai anak. Tak lama setelah menikah, suami Ayu kembali bekerja di Korea Selatan.

“Lagi berbunga-bunga ibaratnya mah, terus ke Korea lagi. Katanya sih pulang dulu mau nikah terus beberapa bulan terbang lagi,” ujar Catu.

Mendengar kabar sang istri meninggal dunia, suami Ayu disebut langsung mengurus kepulangan dari Korea Selatan menuju Indonesia. Keluarga mertua Ayu dari Sragen juga langsung berangkat ke Indramayu.

Catu mengaku tak kuasa menahan air mata saat melihat jenazah Ayu dan Yunah dibaringkan berdampingan di rumah duka. Pemandangan itu menjadi momen paling menyayat hati bagi keluarga maupun warga yang datang melayat.

“Mohon doanya untuk Ayu dan ibunya, dan juga korban lainnya. Mayoritas korban warga sini,” tutup Catu.

You cannot copy content of this page

Exit mobile version