INDRAMAYUUPDATE – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mendapat tugas tak biasa. Bukan memadamkan api atau mengevakuasi hewan, kali ini petugas harus mengeluarkan sebuah bus yang terjebak di dalam tanah.
Bus tersebut dievakuasi dari sebuah lahan kosong di Desa Karangasem, Kecamatan Terisi, Indramayu, Rabu (2/9/2026).
Kabid Damkar pada Dinas Satpol PP dan Damkar Indramayu, Jajat Wibisono, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait bus mangkrak sekitar pukul 13.30 WIB.
“Kejadiannya tadi sore sekitar pukul 13.30 WIB, objeknya bus yang mangkrak,” kata Jajat saat dihubungi, Rabu malam.
Bus berwarna biru dengan pelat nomor merah L 7679 AP tersebut diketahui memiliki logo Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Bus itu sudah berada di lokasi dan tidak beroperasi selama kurang lebih dua tahun.
Menurut Jajat, pemilik bus awalnya berniat memperbaiki kendaraan tersebut. Namun, karena terlalu lama dibiarkan, kondisi bus semakin sulit dipindahkan.
Roda bus bahkan telah tenggelam ke dalam tanah hingga hampir setengah bagian ban.
“Pemiliknya memang berniat memperbaiki, tapi karena sudah lama mangkrak, akhirnya rodanya tenggelam ke tanah,” ujarnya.
Berbagai upaya sebelumnya telah dilakukan pemilik untuk mengeluarkan bus tersebut. Namun, usaha itu belum membuahkan hasil.
Sampai akhirnya pemilik mencoba meminta bantuan kepada Damkar Indramayu setelah melihat pemberitaan mengenai petugas Damkar yang kerap membantu warga menangani berbagai persoalan.
“Iya, jadi katanya lihat di berita Damkar bisa segala, nyoba-nyoba buat laporan minta tolong,” kata Jajat.
Damkar Kerahkan 9 Personel
Mendapat laporan yang tidak biasa tersebut, Jajat mengaku sempat bingung menentukan metode yang tepat untuk mengevakuasi bus.
Namun, pihaknya tetap mendatangi lokasi untuk melihat kondisi secara langsung.
Sebanyak sembilan personel Damkar Indramayu diterjunkan untuk melakukan penanganan.
Petugas kemudian mencari cara agar roda bus yang terbenam memiliki ruang untuk bergerak. Mereka membuat celah di sekitar roda yang tertanam di tanah.
Setelah ruang gerak terbentuk, petugas menggunakan tambang untuk menarik bus dengan bantuan truk armada Damkar.
Proses evakuasi berlangsung sekitar dua jam. Meski tidak menemui kendala berarti, kondisi bus yang terjebak cukup dalam membuat proses penanganan membutuhkan waktu.
Akhirnya, sekitar pukul 15.45 WIB, bus berhasil dikeluarkan dari jebakan tanah.
“Alhamdulillah selesai evakuasi itu sekitar pukul 15.45 WIB,” ujar Jajat.
Damkar: Selama Bisa Dibantu, Kami Coba
Jajat mengatakan kejadian tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan Damkar kepada masyarakat. Menurutnya, petugas tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berupaya membantu warga ketika menghadapi kondisi darurat lainnya.
Ia menegaskan setiap laporan masyarakat akan sebisa mungkin direspons dan ditangani.
“Kalau bagi kami saat ada laporan warga yang membutuhkan bantuan kami akan coba dulu dan berusaha menangani masalah tersebut,” tuturnya.
Evakuasi bus yang sudah dua tahun terjebak tanah itu pun menjadi salah satu contoh bagaimana petugas Damkar turun tangan menangani persoalan warga, meski tugas yang dihadapi terbilang tidak biasa.
