INDRAMAYUUPDATE – Ada-ada saja cara mahasiswa di Indramayu, Jawa Barat, merayakan ulang tahun. Sebanyak 11 mahasiswa Universitas Wiralodra memilih merayakan ulang tahun dua temannya di markas Pemadam Kebakaran (Damkar) Indramayu.
Bukan sekadar tiup lilin dan makan bersama. Para mahasiswa itu bahkan meminta petugas Damkar menyemprot mereka menggunakan selang air pemadam kebakaran.
Kejadian unik tersebut berlangsung di Mako Damkar Indramayu, Jalan Gatot Subroto, pada Selasa (8/9/2026).
Kabid Damkar Dinas Satpol PP dan Damkar Indramayu, Jajat Wibisono, mengatakan awalnya pihaknya menerima pesan dari seorang mahasiswa bernama Bunga melalui media sosial.
Bunga meminta izin agar bisa membawa teman-temannya merayakan ulang tahun bersama anggota Damkar.
“Jadi awalnya itu ada pesan masuk, ‘Saya Bunga, Pak, boleh nggak ya minta tolong buat ngerayain ulang tahun teman saya di pos damkar?’. Ya mangga, silakan saja, kalau di Damkar boleh-boleh saja,” kata Jajat saat ditemui di Mako Damkar Indramayu, Rabu (9/9/2026).
Tak lama kemudian, 11 mahasiswa tersebut datang ke markas Damkar. Mereka membawa berbagai perlengkapan untuk merayakan ulang tahun, mulai dari kue, nasi tumpeng, kelapa muda, bunga hingga aneka minuman.
Mereka kemudian merayakan ulang tahun bersama anggota Damkar yang sedang piket dan bersiaga.
Momen tersebut semakin unik ketika para mahasiswa mengajukan permintaan khusus. Mereka meminta disemprot menggunakan selang air pemadam kebakaran.
Permintaan itu pun dipenuhi. Suasana markas Damkar yang biasanya digunakan untuk bersiaga menghadapi keadaan darurat berubah menjadi lokasi perayaan sederhana namun penuh keceriaan.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama. Doa untuk kedua mahasiswa yang berulang tahun tersebut dipimpin langsung oleh anggota Damkar.
Punya Cita-cita Jadi Petugas Damkar
Jajat mengaku penasaran dengan alasan para mahasiswa memilih markas Damkar sebagai tempat merayakan ulang tahun.
Dia kemudian menanyakan langsung kepada Bunga.
“Saya tanya, ‘Kenapa sih Neng pengin di sini?’. Ternyata dia memang senang dengan Damkar, bahkan bercita-cita ingin jadi anggota,” ujar Jajat.
Jajat pun memberikan pesan kepada mahasiswa tersebut agar menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu.
“Ya saya bilang, tidak apa-apa, selesaikan dulu kuliahnya dengan benar, nanti kalau ada pendaftaran silakan ikut,” katanya.
Menurut Jajat, perayaan ulang tahun mahasiswa tersebut menjadi pengalaman pertama bagi Damkar Indramayu.
Anggota piket yang menerima pesan tersebut bahkan sempat kebingungan karena permintaannya tidak seperti laporan yang biasanya masuk ke Damkar.
“Iya ini kali pertama kami terima laporan seperti ini, anggota Damkar diminta ikut merayakan ulang tahun mahasiswa. Kalau saya sih senang saja karena Mako jadi ramai juga,” tuturnya.
Laporan Damkar Tak Selalu Soal Kebakaran
Jajat mengatakan Damkar Indramayu memang kerap menerima laporan masyarakat dengan kondisi yang beragam. Tidak semuanya berkaitan dengan kebakaran.
Petugas, kata dia, pernah diminta membantu mengevakuasi jari anak kecil yang terjepit kaca spion hingga melepaskan cincin yang tersangkut di alat kelamin seorang pria.
Damkar juga pernah menjadi tempat konseling bagi warga yang berniat melakukan percobaan bunuh diri.
“Ya begitu lah laporan yang masuk ke Damkar, jadi bukan hanya kebakaran. Kalau bagi kami, karena niatnya untuk membantu jadi kami pun menjalaninya dengan senang dan seru saja,” pungkasnya.
Perayaan sederhana tersebut akhirnya menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi para mahasiswa. Di sisi lain, momen itu memperlihatkan sisi lain petugas Damkar yang tak hanya sigap menghadapi keadaan darurat, tetapi juga terbuka dan dekat dengan masyarakat.
