Kemarau Picu Krisis Air di Indramayu, Sumur Warga Kering hingga Berubah Asin

INDRAMAYUUPDATE – Musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Sedikitnya 1.500 warga di Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, terdampak akibat sumur bor mengering dan air yang tersisa berubah menjadi asin.

Kepala Desa Tanjakan, Wadi, mengatakan krisis air bersih mulai dirasakan sejak beberapa bulan terakhir setelah hujan tak lagi turun di wilayahnya. Kondisi semakin parah dalam sebulan terakhir ketika sumber air warga mulai mengering.

“Kalau warga kita di sini sudah sekitar 4-5 bulanan setelah nggak ada hujan lagi. Air sungai juga kosong karena aliran air dari Ciwarak tidak sampai ke sini,” kata Wadi, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, warga Desa Tanjakan belum terlayani jaringan perpipaan PDAM sehingga selama ini mengandalkan sumur bor. Saat musim kemarau, air tanah berubah menjadi asin sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Sumur bor di sini kalau musim kemarau airnya asin, tidak bisa dimanfaatkan sama sekali. Kalau musim hujan airnya agak tawar karena bercampur air hujan,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Desa Tanjakan mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada BPBD Indramayu. Wadi mengaku bersyukur karena bantuan langsung disalurkan sehari setelah surat permohonan diajukan.

“Alhamdulillah langsung datang. Tapi karena kemarau masih panjang, kami berharap bantuan air bersih bisa terus berlanjut,” ucapnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Indramayu Agus Yani mengatakan distribusi air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Rencananya pendistribusian sampai tujuh hari ke depan, tapi kami akan melihat kebutuhan masyarakat di lapangan,” kata Agus.

Ia menyebut hingga saat ini baru Desa Tanjakan yang mengajukan permohonan resmi bantuan air bersih. Namun, BPBD memperkirakan desa lain juga berpotensi mengalami kondisi serupa seiring musim kemarau yang masih berlangsung.

“Kami sifatnya menunggu laporan. Begitu ada permohonan masuk, kami langsung kerahkan mobil tangki untuk membantu warga,” ujarnya.

Dalam pendistribusian perdana, BPBD mengerahkan tiga mobil tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Dua unit berasal dari BPBD Indramayu, sementara satu unit merupakan bantuan dari PDAM Indramayu.

Kedatangan mobil tangki disambut antusias warga. Mereka membawa jeriken, ember hingga galon untuk menampung air bersih yang dibagikan.

“Di rumah airnya asin, nggak enak dipakai buat mandi. Alhamdulillah bantuan akhirnya datang, sangat membantu,” ujar Udi (49), salah seorang warga.

You cannot copy content of this page

Exit mobile version