Gas Melon Dilaporkan Langka di Indramayu, Pemkab Cari Tahu Penyebabnya

INDRAMAYUUPDATE – Warga di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengeluhkan kelangkaan gas LPG 3 kilogram (kg) dalam sepekan terakhir. Selain sulit didapat, harga gas subsidi tersebut juga melonjak hingga mencapai Rp 30 ribu per tabung di tingkat pengecer.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagin) Kabupaten Indramayu, Rifan Waluyo, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti kelangkaan LPG 3 kg tersebut.

Meski begitu, dugaan sementara mengarah pada meningkatnya penggunaan LPG oleh petani untuk mengoperasikan mesin pompa air di tengah musim kemarau dan krisis air yang melanda sejumlah wilayah.

“Untuk memastikan penyebabnya kita mau monitoring dulu. Rencananya hari Senin bersama Hiswana Migas,” kata Rifan saat dikonfirmasi, Sabtu (1/8/2026).

Menurutnya, banyak petani kini beralih menggunakan LPG sebagai bahan bakar mesin pompa karena dinilai lebih hemat dibandingkan bensin.

“Teman-teman pertanian lagi kesulitan air. Mereka rebutan air dan menyedot pakai pompa. Sebagian besar sekarang pakainya gas LPG karena diduga lebih murah daripada bensin,” ujarnya.

Rifan mengaku informasi serupa juga diperoleh dari pangkalan LPG yang dikelola keluarganya. Kelangkaan disebut sudah berlangsung sekitar 7 hingga 10 hari terakhir.

“Katanya kondisi ini sudah sekitar 7 sampai 10 harian. Curiganya memang banyak terserap oleh petani,” tambahnya.

Meski ramai diperbincangkan di media sosial, Diskopdagin mengaku belum menerima laporan resmi dari masyarakat terkait kelangkaan tersebut.

Namun, pemerintah daerah tetap akan melakukan pengecekan bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) untuk mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.

“Nanti dari hasil monitoring itu kita evaluasi penyebarannya, baru kita tentukan langkah-langkah selanjutnya seperti apa,” ujar Rifan.

Sementara itu, Koordinator Daerah Hiswana Migas Kabupaten Indramayu, Asep Syaefudin, mengatakan monitoring dilakukan untuk memastikan apakah ada kendala distribusi di lapangan.

“Pengecekan ini bertujuan melihat apakah ada keterlambatan distribusi, kendala teknis, atau faktor lain di tingkat pengecer,” katanya.

Asep menegaskan, berdasarkan data yang dimiliki, pasokan LPG 3 kg ke Kabupaten Indramayu masih dalam kondisi normal. Tidak ada laporan dari agen terkait gangguan distribusi maupun pengurangan alokasi.

“Penyaluran dari agen ke pangkalan masih berjalan sesuai jadwal. Alokasi juga tidak ada pengurangan. Distribusi seharusnya tetap lancar jika melihat data yang ada,” pungkasnya.

Pemerintah daerah bersama Hiswana Migas berharap hasil monitoring dapat mengungkap penyebab kelangkaan sekaligus menjadi dasar penanganan agar pasokan LPG 3 kg kembali normal dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

You cannot copy content of this page

Exit mobile version