Foto Mahal Tahun Ini! Anak Disabilitas Papua Pimpin Upacara Saat Hardiknas

INDRAMAYUUPDATE – Sosok Deki Degei viral setelah menjalankan perannya sebagai pemimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Sabtu (2/5/2026). 

Siswa disabilitas tersebut bertugas di lapangan Mepa Boarding School Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. 

Tak main-main, Deki Degei berdiri selama 40 menit saat bertugas. 

Ketika ribuan peserta lainnya duduk ketika mendengarkan pidato, ia tetap berdiri tegak dan tertib. Sama sekali tidak terlihat tanda-tanda kelelahan atau rasa minder sedikit pun darinya.

Bahkan, suara lantangnya saat memberikan aba-aba memecah keheningan, mengundang decak kagum dari guru, tamu undangan, hingga Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa yang bertindak sebagai pembina upacara.

Siapa Deki Degei?

Deki merupakan siswa yang berasal dari Kabupaten Paniai dan sejak kecil harus kehilangan kaki kirinya akibat kondisi medis.

Deki Degei merupakan siswa SMA Mepa Boarding School yang juga menjadi pengurus OSIS. 

Ia bertindak sebagai kordinator keamanan pada struktur OSIS.

Peran Pemimpin Upacara

Meski mengalami disabilitas, Deki Degei tidak rendah diri untuk menjadi pemimpin upacara. 

“Saya tidak takut, saya malah senang bisa menjadi pemimpin upacara (Hardiknas 2026),” kata Deki Degei saat bincang sepintas dengan wartawan usai upacara Hardiknas. 

Ia memastikan seragamnya rapi dan mempersiapkan diri agar bisa tampil maksimal di lapangan. 

Baginya, menjadi bagian dari peringatan Hardiknas 2026 adalah sebuah kebanggaan sekaligus bukti bahwa ia memiliki hak yang sama untuk merayakan momen kemajuan pendidikan bersama anak-anak lainnya. 

“Saya ingin ikut, saya ingin membuktikan langsung, dan saya ingin mendengar apa yang disampaikan Bapak Gubernur. Ini hari penting bagi kami semua,” ucapnya sambil tersenyum saat ditanya mengapa ia bersusah payah hadir dalam acara ini.

Pernyataan Gubernur

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa. Di tengah pidato, Gubernur secara khusus menyebut nama Deki dan mempersilakannya maju. 

Ia mengatakan bahwa akses pendidikan harus setara di Papua Tengah. 

“Pendidikan yang tidak memandang fisik, pendidikan yang memberi ruang bagi setiap mimpi, dan pendidikan yang mengajarkan kita untuk tidak pernah menyerah,” katanya. 

Dalam kesempatan itu, Deki juga menyampaikan harapannya untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi banyak orang. 

“Meskipun saya hanya punya satu kaki, saya punya seribu mimpi yang ingin saya wujudkan. Dan pendidikan adalah jalan saya menuju ke sana,” tuturnya di hadapan Gubernur dan seluruh peserta upacara Hardiknas. 

Gubernur Meki Nawipa mengatakan perlu adanya sistem pendidikan yang terbuka dan ramah terhadap perbedaan untuk mewujudkan mimpi setiap siswa tanpa terkecuali. 

Exit mobile version