INDRAMAYUUPDATE – Warga Desa Tambak, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering. Warga juga diminta tidak sembarangan membakar sampah maupun ilalang.
Imbauan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran yang digelar Bidang Pemadam Kebakaran pada Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Indramayu di Desa Tambak.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari perangkat RT/RW serta masyarakat setempat. Petugas Damkar memberikan edukasi mengenai berbagai potensi penyebab kebakaran sekaligus langkah yang perlu dilakukan masyarakat untuk mencegah api meluas.
Kabid Damkar pada Dinas Satpol PP dan Damkar Indramayu, Jajat Wibisono, mengatakan masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kebakaran. Sebab, warga merupakan pihak yang biasanya pertama kali mengetahui ketika muncul api di lingkungan sekitar.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Desa Tambak untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran,” kata Jajat.
Jajat juga mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran sampah dan ilalang secara sembarangan. Aktivitas tersebut berpotensi memicu kebakaran, terutama ketika kondisi lingkungan kering dan angin cukup kencang.
“Jangan membakar sampah sembarangan, termasuk membakar ilalang. Kita juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan dan hutan,” ujarnya.
Selain kebakaran lahan, warga juga diberikan pemahaman mengenai potensi kebakaran di lingkungan rumah. Beberapa di antaranya berasal dari penggunaan kompor, instalasi listrik yang tidak aman, serta aktivitas rumah tangga lainnya.
Petugas Damkar turut menjelaskan langkah awal yang dapat dilakukan apabila terjadi kebakaran. Masyarakat diminta tetap tenang, mengutamakan keselamatan jiwa, dan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran apabila api tidak dapat dikendalikan.
Jajat menegaskan tindakan penanganan kebakaran harus dilakukan dengan memperhatikan faktor keselamatan. Masyarakat tidak dianjurkan memaksakan diri memadamkan api apabila kondisi sudah membahayakan.
“Yang paling utama adalah keselamatan. Jangan sampai niat memadamkan api justru membahayakan diri sendiri,” katanya.
Melalui sosialisasi tersebut, Damkar Indramayu berharap masyarakat Desa Tambak semakin memahami cara mencegah kebakaran serta mampu melakukan tindakan awal yang tepat ketika menghadapi kejadian kebakaran.
Dengan meningkatnya kewaspadaan dan kepedulian masyarakat, potensi kebakaran di lingkungan permukiman maupun lahan terbuka diharapkan dapat ditekan sehingga risiko korban jiwa dan kerugian material dapat diminimalkan.
