Berita  

Bupati Majalengka Usul Menu MBG di Wilayahnya Diseragamkan Agar Kualitasnya Lebih Mudah Diawasi

INDRAMAYUUPDATE – Bupati Majalengka Eman Suherman mengusulkan agar menu harian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Majalengka diseragamkan. Usulan itu disampaikan setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut.

Menurut Eman, penyeragaman menu akan mempermudah proses pengawasan sekaligus mendorong pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk bersaing dalam meningkatkan kualitas makanan yang disajikan.

“Saya sudah memberikan masukan agar menu makanan MBG ini di Majalengka coba diseragamkan. Satu minggu ini apa, minggu depan apa. Biar kita mudah memonitor dan mereka berkompetisi dalam hal kualitas,” kata Eman dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7/2026).

Eman menilai variasi menu yang berbeda-beda di setiap SPPG berpotensi menjadi celah bagi oknum pengelola yang tidak bertanggung jawab untuk menutupi kualitas makanan yang kurang baik. Dengan menu yang sama, hasil masakan antar-SPPG dapat dibandingkan secara langsung.

“Kalau menunya sama, kita akan lebih mudah melihat kualitasnya. Mana yang benar-benar bagus, mana yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Selain mengusulkan penyeragaman menu, Eman juga mengingatkan seluruh pengelola SPPG agar tidak semata-mata berorientasi mencari keuntungan. Menurutnya, keuntungan operasional telah diatur dalam skema program sehingga kualitas makanan tidak boleh dikorbankan.

“Jangan hanya mengejar keuntungan, karena keuntungan itu sudah dikasih berdasarkan aturan yang ada untuk sewa mobil, sewa tempat. Artinya kita enggak usah lagi berorientasi mengejar keuntungan di pengolahan makanannya. Saya ingin SPPG harus ada rasa memiliki dan rasa bangga menjadi mitra pemerintah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang mengurangi porsi maupun kualitas makanan yang menjadi hak para siswa.

“Bayangkan, anak-anak itu kan orang yang belum punya dosa. Kalau jatahnya dipotong oleh mitra yang tidak punya hati dan keikhlasan, kasihan. Harus punya rasa takut itu,” ucap Eman.

Menurutnya, pengelolaan program MBG harus dilandasi rasa tanggung jawab dan keikhlasan agar tujuan meningkatkan gizi anak-anak dapat tercapai secara optimal.

Dalam evaluasi tersebut, Eman juga berdialog dengan sejumlah siswa penerima manfaat. Ia menyebut respons anak-anak terhadap program MBG sangat positif dan berharap program tersebut terus berlanjut.

“Tadi saya juga berdialog dengan anak-anak, respons mereka terhadap program MBG ini sangat positif. Mereka senang dan berharap program ini terus dilanjutkan. Kami pun memberikan catatan kritis agar pelaksanaan di lapangan bisa berjalan sesuai harapan,” katanya.

Sebagai tindak lanjut hasil evaluasi, Pemkab Majalengka menyatakan akan mempercepat penyaluran program sekaligus memperketat pengawasan di lapangan. Tim pengawas akan diterjunkan secara berkala ke sekolah-sekolah untuk memastikan kualitas makanan tetap sesuai standar gizi nasional.

You cannot copy content of this page

Exit mobile version