INDRAMAYUUPDATE – Video perkelahian antarkelompok remaja di depan GOR Singalodra, Desa Sindang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, viral di media sosial. Polisi memastikan peristiwa tersebut bukan aksi geng motor seperti yang ramai disebut dalam narasi yang beredar.
Dalam video yang tersebar, terlihat dua kelompok remaja terlibat baku hantam di kawasan depan GOR Singalodra pada Jumat (5/6/2026) malam.
Narasi yang beredar menyebut keributan dipicu oleh sekelompok remaja yang diduga geng motor melintas sambil menggeber-geber sepeda motor. Aksi itu kemudian memancing reaksi remaja lain yang sedang nongkrong di warung angkringan hingga berujung bentrokan.
Kapolsek Sindang AKP Karnala mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terkait kejadian tersebut. Hasilnya, polisi tidak menemukan indikasi keterlibatan geng motor.
“Di lokasi kejadian kami tidak menemukan ada yang bawa senjata tajam seperti identiknya geng motor, jadi hanya kumpulan anak-anak sekolah,” kata Karnala, Sabtu (6/6/2026).
Karnala menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika sekelompok remaja berkumpul di kawasan Jalan Siapem, Kelurahan Lemah Mekar, sekitar pukul 19.30 WIB. Sekitar pukul 21.30 WIB mereka melakukan konvoi berkeliling kota.
Saat melintas di depan GOR Singalodra, rombongan tersebut bertemu dengan kelompok remaja lain yang sedang nongkrong. Bentrokan pun tidak dapat dihindari.
“Sampai akhirnya sampai di GOR Singalodra ketemu remaja lain dan terjadi kekerasan tersebut,” ujarnya.
Akibat kejadian itu, seorang remaja berinisial CD (16) mengalami luka pada bagian bibir. Polisi juga telah mengamankan seorang anak berinisial A (17) yang diduga terlibat dalam aksi perkelahian tersebut.
A diketahui merupakan bagian dari kelompok remaja yang melakukan konvoi sebelum terjadinya bentrokan.
Pasca-kejadian, polisi kembali mengingatkan para orang tua agar lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anak, terutama pada malam hari. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah anak-anak terlibat maupun menjadi korban tindak kekerasan jalanan.
“Sekali lagi kami imbau kepada orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya masing-masing,” pungkas Karnala.






