INDRAMAYUUPDATE – Pembangunan tanggul laut di pesisir Eretan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terus berjalan. Namun, proyek penahan banjir rob tersebut masih menghadapi pekerjaan rumah terkait pembebasan lahan milik warga.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Daniel Mutaqien Syafiuddin meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu segera menuntaskan persoalan tersebut.
“Satu PR-nya, pemerintah daerah harus segera menyiapkan lahan untuk mengganti untung tanah-tanah warga yang terkena pembangunan ini. Setahu saya, saya tanya tadi teman-teman fraksi belum (selesai), tapi lagi dibahas,” kata Daniel saat ditemui Kompas.com di Kecamatan Kedokan Bunder, Indramayu, Sabtu (19/9/2026).
Daniel merupakan anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar VIII yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Indramayu. Dia mengatakan pembangunan tanggul laut Eretan merupakan aspirasi yang diusulkannya saat masih menjadi anggota Komisi V DPR RI.
Meski kini bertugas di Komisi III DPR RI, Daniel memastikan dirinya tetap memantau pembangunan tanggul tersebut.
“Walau saya sudah di Komisi III, tapi ini masih saya perjuangin,” ujarnya.
Menurut Daniel, pembangunan tanggul laut menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat pesisir Eretan. Warga di kawasan tersebut selama ini menghadapi ancaman banjir rob yang kerap merendam jalan hingga permukiman.
Kondisi rob disebut semakin parah ketika memasuki fase bulan purnama dan musim penghujan. Air laut yang pasang dapat bercampur dengan aliran sungai dari wilayah hulu sehingga genangan di permukiman warga bisa mencapai lebih dari satu meter.
Situasi itu berdampak terhadap aktivitas ekonomi, kesehatan, dan kenyamanan warga.
Ada Anggaran Rp 50 Miliar Tahun Depan
Daniel memastikan dukungan anggaran untuk pembangunan tanggul laut Eretan akan berlanjut hingga tahun depan.
“Untuk tahun depan walaupun saya bukan lagi mitra dari Kementerian PU, tapi saya sudah titipkan juga bahwa tahun depan masih akan ada anggaran Rp 50 miliar bersumber dari BSN,” ungkapnya.
Terkait progres fisik pembangunan tanggul saat ini, Daniel mengaku belum melakukan pengecekan terbaru. Namun, dia berharap pengerjaan proyek tersebut telah mencapai lebih dari separuh target.
“Kalau yang sudah berjalan saya belum cek lagi ya mudah-mudahan sudah lebih 50 persen karena kan akhir tahun sudah harus beres,” katanya.
Daniel juga mengingatkan seluruh pihak agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai ketentuan. Dia menegaskan tidak boleh ada permainan dalam penggunaan anggaran maupun spesifikasi pekerjaan.
“Saya akan kawal terus. Kebetulan mitra Komisi III adalah APH. Jadi kalau aneh-aneh, APH bakal turun,” tegas Daniel.
Pemkab Indramayu Siapkan Anggaran Lahan
Terpisah, Pj Sekda Kabupaten Indramayu Aan Hendrajana Muljadi mengatakan persoalan pembebasan lahan akan dibahas lebih lanjut oleh Pemkab bersama DPRD Indramayu.
Aan menyebut kebutuhan anggaran untuk penyelesaian persoalan lahan telah dimasukkan dalam rancangan APBD Perubahan Kabupaten Indramayu Tahun 2026.
“Saat ini belum karena masih harus dibahas dahulu di APBD,” pungkas Aan.
