Viral Curhatan Istri Toko yang Disewa Suaminya Rusak Akibat Pipa PDAM Indramayu Meledak, Manajemen Beri Penjelasan

Toko teknisi laptop di Kepandean, Indramayu, rusak setelah pipa PDAM di bawah bangunan pecah. Perumdam membantah tidak bertanggung jawab.

Screenshot

INDRAMAYUUPDATE – Sebuah toko yang menjadi tempat usaha teknisi laptop dan komputer di Kabupaten Indramayu rusak setelah pipa PDAM yang berada di bawah bangunan tersebut pecah. Peristiwa itu kemudian viral setelah istri penyewa toko mengunggah keluhannya ke media sosial.

Pantauan di lokasi, toko tersebut berada di wilayah Kelurahan Kepandean, Kecamatan Indramayu. Lokasinya tidak jauh dari kantor Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu.

Peristiwa pecahnya pipa tersebut disebut berdampak terhadap kondisi toko dan sejumlah barang di dalamnya. Tak hanya peralatan usaha, barang milik pelanggan yang sedang diperbaiki juga disebut ikut terdampak.

Keluhan tersebut kemudian diunggah melalui akun Threads @aliamzh_idm. Dalam unggahannya, pemilik akun mengaku kecewa lantaran merasa belum mendapatkan pertanggungjawaban maupun permintaan maaf dari pihak PDAM.

“Tolong pak @dedimulyadi71 toko suami saya kena ledakan pipa PDAM Indramayu yang tidak bertanggung jawab, maaf pun tidak ada pak,” tulis akun tersebut seperti dikutip, Kamis (1/10/2026).

Pemilik akun mengatakan toko tersebut merupakan satu-satunya sumber mata pencaharian suaminya yang bekerja sebagai teknisi laptop dan komputer.

Ia juga mengaku tidak mengetahui bahwa di bawah bangunan yang disewanya terdapat pipa milik PDAM. Menurutnya, toko tersebut telah dikontrak dan digunakan untuk usaha selama sekitar satu tahun.

“Saya juga tidak tahu kak, saya cuma ngontrak di situ. Masalahnya pemiliknya lansia janda juga, jadi kita bingung juga,” tulisnya.

Perumdam Sebut Sudah Ada Upaya Ganti Rugi

Manajemen Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu membantah tudingan tidak melakukan pertanggungjawaban atas kejadian tersebut.

Manajer Humas Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu, Budhi Suprihatin, mengatakan pihaknya telah melakukan mediasi dengan penyewa toko. Menurutnya, perusahaan juga telah menawarkan uang kerohiman.

Namun, upaya tersebut belum menemukan kesepakatan karena nilai yang ditawarkan disebut tidak sesuai dengan tuntutan pihak penyewa.

“Kita sudah melakukan mediasi oleh cabang pelayanan Indramayu dan juga humas, tapi tidak menemui titik temu karena mereka menginginkan ganti rugi yang lebih. Kita hanya bisa kasih uang kerohiman,” kata Budhi.

Budhi juga menjelaskan posisi bangunan tersebut. Menurut dia, bangunan yang terdampak berada di area yang seharusnya menjadi jalur hijau dan di bawahnya terdapat jaringan utilitas milik Perumdam.

“Itu sebenarnya bangunan liar yang semestinya itu adalah jalur hijau karena di bawahnya ada utility kita yang berisiko bocor,” ujarnya.

Menurut Budhi, kerusakan pipa dapat terjadi karena sejumlah faktor. Salah satunya berkaitan dengan tekanan maupun kondisi fisik pipa.

“Itu bisa karena tekanan, ada batu, terus retak sehingga bisa pecah. Ataupun bisa juga karena ada beban berat terlalu lama, jadi pipa menjadi terbebani dan akhirnya retak dan pecah,” jelasnya.

Pipa Langsung Diperbaiki

Budhi mengatakan tim teknis Perumdam langsung melakukan penanganan setelah kejadian. Perbaikan dilakukan agar jaringan kembali normal dan pelayanan air bersih kepada pelanggan tidak terganggu.

Meski demikian, Budhi menyayangkan persoalan tersebut justru lebih dulu ramai di media sosial. Ia mengatakan pihak penyewa disebut belum menyampaikan keluhan secara resmi kepada perusahaan.

“Tapi kita akan coba mediasi lagi dengan orang yang dimaksud,” katanya.

Budhi tidak menampik masih terdapat sejumlah bangunan yang berdiri di area tersebut. Sebagian bangunan, kata dia, sudah ditertibkan, sementara lainnya masih bertahan, terutama di sekitar kawasan Rumah Sakit MM Indramayu.

Menurutnya, keberadaan bangunan di atas atau dekat jaringan utilitas berpotensi menimbulkan persoalan apabila terjadi gangguan pada pipa.

“Kita juga akan koordinasikan lagi dengan pemerintah agar permasalahan ini tidak kembali terulang,” pungkas Budhi.

You cannot copy content of this page

Exit mobile version