Rumah Warga di Lelea Indramayu Terbakar Saat Ditinggal Pemiliknya, Kerugian Capai Rp 70 Juta

Rumah warga di Desa Telagasari, Lelea, Indramayu terbakar saat ditinggal pemiliknya. Warga berjibaku memadamkan api sebelum Damkar tiba.

INDRAMAYUUPDATE – Kebakaran terjadi di sebuah rumah warga di Desa Telagasari, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (30/9/2026). Rumah tersebut terbakar saat pemiliknya sedang pergi.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh tetangga korban bernama Sumarni. Saat berada di luar rumah, Sumarni melihat kepulan asap hitam pekat keluar dari rumah Ami Maryati.

Melihat kondisi tersebut, Sumarni langsung berteriak meminta bantuan. Warga sekitar yang mendengar teriakan itu kemudian berdatangan dan berupaya melakukan pemadaman secara gotong royong.

Dalam rekaman video yang diterima, sejumlah warga terlihat menyiram bagian rumah yang terbakar menggunakan ember. Upaya tersebut dilakukan sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

Laporan kebakaran diterima Mako Damkar Indramayu sekitar pukul 10.20 WIB. Dua menit kemudian, satu armada diberangkatkan menuju lokasi.

Kepala Bidang Damkar pada Dinas Satpol PP dan Damkar Indramayu, Jajat Wibisono, mengatakan petugas tiba sekitar pukul 10.40 WIB. Jarak dari Mako Damkar menuju lokasi mencapai sekitar 40 kilometer.

“Sampai di lokasi kami langsung mengambil alih proses pemadaman,” kata Jajat saat dikonfirmasi, Rabu (30/9/2026).

Menurut Jajat, api saat itu telah membakar bagian atap rumah. Petugas kemudian melakukan penanganan bersama warga, aparat TNI-Polri, serta pemerintah desa.

Berkat respons cepat warga sebelum petugas tiba, api dapat lebih cepat dikendalikan. Petugas akhirnya menyatakan kebakaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.15 WIB.

“Alhamdulillah kalau untuk korban jiwa maupun korban luka tidak ada,” ujarnya.

Jajat menyebut rumah tersebut tidak sampai ludes terbakar. Namun, bagian atap mengalami kerusakan akibat kobaran api.

Total kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp70 juta.

Diduga Korsleting Listrik

Jajat mengatakan berdasarkan penanganan awal di lokasi, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik.

Percikan api diduga kemudian menyambar sejumlah material atau barang yang mudah terbakar hingga api membesar dan merambat ke bagian rumah.

“Tentunya kami imbau masyarakat untuk rutin mengecek instalasi listrik di rumahnya masing-masing. Dari rentetan peristiwa yang terjadi memang banyak kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik,” katanya.

Jajat juga mengapresiasi langkah cepat warga yang langsung melakukan pemadaman secara mandiri sembari menunggu petugas tiba. Menurutnya, respons awal masyarakat sangat membantu mencegah api meluas di tengah permukiman padat penduduk.

You cannot copy content of this page

Exit mobile version