INDRAMAYUUPDATE – Warga Desa Pabeanudik, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan mayat pria lanjut usia di pinggir Tanggul Prajagumiwang. Korban diketahui merupakan pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial C (66).
Mayat korban ditemukan warga pada Senin (28/9/2026). Saat ditemukan, korban dalam posisi tengkurap di pinggir jalan kawasan tanggul.
Kapolsek Indramayu AKP Indrie Hapsari mengatakan identitas korban berhasil diketahui setelah polisi melakukan identifikasi. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
“Alhamdulillah setelah kita identifikasi, identitas mayat tersebut kini telah diketahui dan telah dijemput oleh keluarganya,” ujar Indrie, Selasa (29/9/2026).
Korban diketahui merupakan warga Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Indramayu.
Diduga Meninggal karena Serangan Jantung
Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengatakan hasil pemeriksaan medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil visum luar oleh tim medis, tidak ditemukan sama sekali adanya tanda-tanda bekas kekerasan pada tubuh korban. Dokter menyatakan korban meninggal dunia kurang dari dua jam sebelum ditemukan yang dipicu oleh serangan jantung,” kata Tarno.
Pemeriksaan dilakukan oleh dokter dari Puskesmas Margadadi di lokasi kejadian.
Polisi menyatakan tidak menemukan adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan menolak dilakukan autopsi.
Warga Melihat Korban Tergeletak
Penemuan korban bermula ketika seorang warga bernama Lina Diyana (31) sedang membeli cilok di depan rumahnya.
Dari lokasi tersebut, Lina melihat seseorang tergeletak di pinggir jalan. Jaraknya sekitar 100 meter dari tempat dia berada.
Lina kemudian melaporkan temuan tersebut kepada pengurus RT dan RW. Informasi itu selanjutnya diteruskan kepada kepolisian.
Warga kemudian berdatangan ke lokasi setelah mendengar kabar adanya penemuan mayat.
Salah seorang warga, Dedi (47), mengatakan dirinya datang setelah mendapat informasi dari tetangga.
Saat ditemukan, korban disebut mengenakan batik cokelat, celana pendek olahraga berwarna biru, peci abu-abu, dan sandal jepit.
“Saya juga tidak kenal siapa, sepertinya bukan warga sini. Saat ditemukan sudah meninggal dunia di pinggir tanggul,” ujar Dedi.
Petugas kepolisian bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Indramayu dan tenaga medis kemudian datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan serta evakuasi.
Jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Kabupaten Indramayu.
Keluarga Sempat Kehilangan Kontak
Menurut keterangan anak korban, Afif Waitullah (35), C diketahui telah meninggalkan rumah sejak Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Tarno mengatakan keluarga menyebut korban telah mengalami demensia atau pikun.
“Menurut keluarga, korban ini memang sudah pikun. Sebelumnya, korban juga pernah pergi dari rumah dan ditemukan tersesat hingga ke wilayah Subang dan Cirebon,” ungkapnya.
Dengan ditemukannya korban, pihak keluarga kemudian datang untuk menjemput jenazah.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk segera dimakamkan.
