INDRAMAYUUPDATE – Aksi spontan Kapolres Indramayu AKBP Prianggo PM memunguti sampah di lokasi demonstrasi menarik perhatian mahasiswa dan personel kepolisian lainnya. Tanpa komando, mereka ikut membersihkan sampah yang berserakan di depan Gedung DPRD Indramayu, Kamis (29/10/2026) malam.
Momen tersebut terjadi setelah massa Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus Indramayu sepakat membubarkan diri sekitar pukul 19.00 WIB. Sebelumnya, aspirasi mereka telah diterima oleh sejumlah anggota DPRD Indramayu.
Saat melihat botol plastik dan kemasan bekas makanan berserakan di ruas jalan, Prianggo langsung memungut sampah tersebut satu per satu.
“Minta plastik buat sampah,” ujar Prianggo singkat kepada anggotanya di lokasi.
Permintaan itu kemudian diikuti oleh personel kepolisian yang berjaga. Sejumlah mahasiswa yang hendak meninggalkan lokasi aksi juga turut membantu membersihkan sampah.
Suasana yang sebelumnya dipenuhi massa aksi dan aparat kepolisian itu pun berubah menjadi kegiatan gotong royong membersihkan jalan setelah demonstrasi berakhir.
Aksi Demo Berlangsung Sejak Siang
Diketahui, demonstrasi tersebut digelar Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus Indramayu dengan membawa 25 tuntutan evaluasi terhadap pemerintah daerah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 18 tuntutan ditujukan kepada Bupati dan Wakil Bupati Indramayu. Sementara tujuh tuntutan lainnya ditujukan kepada DPRD Indramayu.
Aksi berlangsung sejak siang hari dengan dua titik utama, yakni Pendopo Indramayu dan Gedung DPRD Indramayu. Massa kemudian melanjutkan penyampaian aspirasi di depan gedung dewan hingga malam hari.
Selama aksi berlangsung, Kapolres Indramayu AKBP Prianggo PM turun langsung memimpin pengamanan.
Situasi sempat memanas ketika mahasiswa dan petugas kepolisian terlibat aksi saling dorong. Prianggo kemudian maju ke barisan depan untuk menenangkan kedua pihak.
Ia meminta mahasiswa menahan diri sekaligus mengingatkan anggotanya agar tidak terpancing dan menghindari tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.
Ketegangan berangsur mereda. Mahasiswa dan anggota DPRD Indramayu kemudian melanjutkan dialog secara langsung di tengah jalan dengan duduk lesehan.
Sebanyak lima anggota DPRD Indramayu yang masih berada di lokasi mendengarkan tuntutan yang disampaikan para mahasiswa.
Prianggo mengatakan, situasi yang sempat memanas merupakan bagian dari dinamika pengamanan penyampaian aspirasi. Meski demikian, ia menilai pelaksanaan aksi secara keseluruhan berjalan dengan baik.
“Terkait situasi tadi, itu dinamika, kita fokus untuk melakukan pengamanan. Adapun secara keseluruhan jalannya aksi unjuk rasa berjalan dengan baik, hanya ada sedikit dinamika,” ujar Prianggo.
Setelah aspirasi disampaikan dan diterima oleh anggota DPRD Indramayu, massa mahasiswa akhirnya sepakat mengakhiri aksi dan membubarkan diri.
Di tengah berakhirnya demonstrasi tersebut, aksi sederhana memunguti sampah menjadi penutup kegiatan malam itu. Personel kepolisian dan mahasiswa bersama-sama membersihkan ruas jalan yang sebelumnya menjadi lokasi penyampaian aspirasi.