Kondisi Terkini Waduk Bojongsari Indramayu: Nyaris Kering

INDRAMAYUUPDATE – Kemarau panjang membuat Waduk Bojongsari di Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengalami penyusutan air secara drastis.

Waduk yang berada di kawasan wisata itu kini nyaris kering.

Pantauan di lokasi pada Minggu (9/8/2026), air hanya tersisa di bagian hilir waduk. Sementara sebagian besar area waduk telah berubah menjadi daratan berlumpur.

Kondisi tersebut justru dimanfaatkan warga untuk memancing. Sejumlah pemancing terlihat memenuhi titik-titik yang masih terdapat genangan air.

Tak hanya orang dewasa, sejumlah anak dan remaja juga ikut memancing. Mereka memanfaatkan kondisi waduk yang surut untuk mencari ikan.

“Kurang lebih sudah tiga harian lah kondisi kayak gini, surutnya itu drastis. Sebelumnya saya bolak-balik di sini enggak separah sekarang. Cuma pas tiga hari lalu, muncul daratan di sana (hulu waduk),” kata Imam (39), warga yang sedang memancing.

Menurut Imam, Waduk Bojongsari memang biasa mengalami penyusutan saat musim kemarau. Namun, kondisi tahun ini dinilai jauh lebih parah.

“Biasanya juga surut, tapi enggak separah sekarang,” ujarnya.

Warga lainnya, Hidayat (47), mengaku baru ikut memancing setelah mendapat informasi dari temannya mengenai kondisi waduk yang semakin surut.

Sejak pagi hingga siang, dia mengaku telah mendapatkan tiga ekor ikan.

“Dari pagi sampai siang ini sudah dapat tiga ekor. Iseng-iseng mengisi waktu luang,” kata Hidayat.

Sejumlah remaja juga terlihat antusias memancing di tepian waduk. Salah satunya Andri (16) yang mengaku baru mendapatkan seekor ikan.

“Baru dapat satu, Om,” ucapnya.

Di tengah kondisi waduk yang mengering, belasan burung kuntul juga terlihat mencari makan di area pinggir waduk.

Sungai Cimanuk Lama Ikut Mengering

Tak hanya Waduk Bojongsari. Sungai Cimanuk Lama yang selama ini mengalirkan air menuju waduk tersebut juga mengalami kekeringan.

Aliran sungai terlihat tidak mengalir. Dasar sungai yang berlumpur tampak jelas, termasuk sejumlah tumpukan sampah yang sebelumnya berada di dalam aliran air.

Vegetasi di sekitar sungai juga tampak mengering. Rumput ilalang berubah kecokelatan akibat panas dan minimnya air.

“Sungainya kering, jadi air enggak masuk ke waduk,” kata Ozan (26), warga setempat.

Warga berharap kondisi kemarau panjang segera berakhir. Hujan dinilai sangat dibutuhkan, terutama untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan kebutuhan pertanian.

“Kasihan juga kan petani butuh air. Ya semoga saja hujan bisa cepat turun,” pungkas Ozan.

You cannot copy content of this page

Exit mobile version