INDRAMAYUUPDATE – Final Turnamen Piala Bupati Indramayu 2026 berhasil menyedot animo ribuan warga yang memadati Stadion Tridaya Indramayu. Pertandingan puncak yang mempertemukan Kecamatan Jatibarang melawan Kecamatan Kandanghaur berlangsung meriah dengan dukungan penuh dari para suporter.
Sorak-sorai penonton terdengar sepanjang pertandingan. Suporter dari kedua kubu terus memberikan dukungan untuk tim kebanggaannya masing-masing.
Salah satu penonton, Keyla (16), warga Desa Pilangsari, Kecamatan Jatibarang, mengaku sengaja datang bersama keluarganya untuk menyaksikan laga final.
“Dari kemarin sudah nonton pas semifinal, sekarang final wajib nonton,” kata Keyla di Stadion Tridaya, Minggu (22/6/2026).
Antusiasme warga terlihat dari penuhnya tribun stadion hingga area parkir yang dipadati kendaraan. Tak hanya warga dari Jatibarang dan Kandanghaur, masyarakat dari kecamatan lain juga turut hadir menyaksikan pertandingan.
Selamet Hidayat (49), warga Kecamatan Indramayu, mengaku tetap datang ke stadion meski tim kecamatannya gagal melaju ke partai puncak.
“Kecamatan Indramayu juara tiga, kemarin gagal ke final. Ke sini nonton ya buat hiburan saja, seru,” ujarnya.
Dalam pertandingan tersebut, Kecamatan Jatibarang berhasil keluar sebagai juara usai menaklukkan Kecamatan Kandanghaur dengan skor telak 3-0.
Trofi juara diserahkan langsung oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim. Ia mengaku terkesan dengan tingginya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola.
“Tadi kita saksikan bersama bahwa pemenangnya dari Jatibarang, selamat atas kemenangan tersebut,” kata Lucky.
Menurut Lucky, membludaknya penonton menjadi bukti kecintaan masyarakat Indramayu terhadap sepak bola. Namun, ia mengakui kondisi Stadion Tridaya masih memerlukan banyak perbaikan.
Pemkab Indramayu sebenarnya telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 200 miliar untuk renovasi kawasan Sport Center Indramayu, termasuk stadion. Namun rencana tersebut sementara ditunda karena prioritas anggaran dialihkan untuk pembangunan infrastruktur dan layanan kesehatan.
“Jadi mungkin kami bisa benahi ini semua di tahun-tahun berikutnya. Karena bisa kita lihat anak-anak ini mainnya pada bagus, cuma memang kondisi sarana prasarana stadion masih sangat terbatas,” ungkapnya.
Di balik suksesnya penyelenggaraan turnamen, laga final juga sempat diwarnai kericuhan antarsuporter usai pertandingan berakhir. Insiden terjadi ketika sekelompok suporter mendatangi kelompok lainnya hingga terjadi aksi saling lempar.
Beruntung, aparat keamanan yang berjaga langsung bergerak cepat mengendalikan situasi. Sejumlah suporter yang diduga menjadi provokator juga diamankan untuk mencegah kericuhan meluas.
Plt Ketua Harian PSSI Kabupaten Indramayu, Carkaya, menyesalkan insiden tersebut dan memastikan evaluasi akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang pada turnamen berikutnya.
“Pastinya, evaluasi pasti akan kita lakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” kata Carkaya.
Setelah situasi kembali kondusif, rangkaian acara ditutup dengan penyerahan trofi kepada para juara Turnamen Piala Bupati Indramayu 2026.
