Cerita Kuwu Krasak Indramayu, Lebih Semangat Lagi Bangun Desa Usai Bertemu Dedi Mulyadi

Kuwu Krasak Indramayu Khairul Isma Arif makin semangat membangun desa usai bertemu Dedi Mulyadi dan mendapat apresiasi pembangunan.

INDRAMAYUUPDATE – Kepala Desa Krasak, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Khairul Isma Arif, mengaku semakin bersemangat membangun desanya. Motivasi itu bertambah setelah dirinya bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Selasa (15/9/2026). Arif hadir bersama para kepala desa peraih Juara 1 Lomba Desa dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat.

Arif mengatakan, pertemuan itu menjadi pengalaman pertamanya diundang secara langsung oleh Dedi Mulyadi. Menurutnya, sang gubernur ingin menyampaikan apresiasi kepada para kepala desa yang telah meraih prestasi.

“Diundang langsung Pak KDM ini pengalaman pertama bagi saya. Semua juara 1 kabupaten/kota se-Jawa Barat diundang. Intinya beliau mau berterima kasih karena sudah berprestasi,” kata Arif, Rabu (16/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi juga menyampaikan adanya apresiasi berupa bantuan keuangan pembangunan desa dari Pemprov Jabar senilai kurang lebih Rp 1 miliar.

“Beliau juga nanya, mau apa nih, ada jalan yang belum beres, ada yang mau gapura bagus? Saya ngomong, pengen punya gapura yang bagus,” ujarnya.

Menurut Arif, perhatian tersebut menjadi angin segar bagi Desa Krasak di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan pemangkasan Dana Desa.

“Dapat hadiah pembangunan itu saya mewakili warga sangat berterima kasih sekali. Sangat membantu percepatan pembangunan di desa,” katanya.

Andalkan Inovasi Pertanian

Desa Krasak sebelumnya meraih Juara 1 Lomba Desa dalam ajang Anugerah Gapura Sri Baduga tingkat Kabupaten Indramayu.

Prestasi tersebut tidak lepas dari sejumlah program dan inovasi yang dijalankan pemerintah desa. Salah satunya di sektor pertanian melalui pengembangan pertanian organik serta pengendalian hama lalat buah pada komoditas mangga Gedong Gincu.

Pemdes Krasak juga menjalankan sejumlah program terkait perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan pelestarian budaya.

Ke depan, Pemdes Krasak menyiapkan program kebersihan lingkungan melalui pembentukan tim khusus bernama Cyber Sampah.

Arif menjelaskan tim tersebut nantinya bertugas menjaga kebersihan lingkungan desa secara rutin, mulai dari membersihkan sampah hingga memangkas rumput liar.

“Cyber Sampah ini mirip-mirip pasukan kuning provinsi. Jadi rumput maupun sampah liar setiap hari ada yang menyapu, memotong rumput, dan mengangkutnya. Biar Desa Krasak jadi bersih dan indah,” jelasnya.

Tekan Kasus Kusta

Selain kebersihan, Pemdes Krasak juga tengah fokus menangani persoalan kesehatan, salah satunya penyakit kusta.

Arif menyebut sebelumnya terdapat 13 warga Desa Krasak yang menderita kusta. Setelah dilakukan pendampingan dan pengobatan, jumlah tersebut kini disebut tinggal satu orang yang masih menjalani perawatan.

“Dulu kasus kusta di tempat kami mencapai 13 penderita. Alhamdulillah, dengan pendampingan dan support anggaran APBDes, saat ini tinggal satu penderita,” ungkapnya.

Ia mengatakan penanganan dilakukan dengan mengalokasikan anggaran desa untuk pengobatan serta menggandeng organisasi nonpemerintah atau NGO.

“Ini membuktikan bahwa kusta bisa disembuhkan asalkan penanganannya rutin dan penderitanya telaten,” tambah Arif.

Mimpi Jadikan Krasak Desa Wisata

Tak berhenti pada pembangunan infrastruktur dan pelayanan masyarakat, Arif juga menyimpan mimpi besarnya untuk menjadikan Desa Krasak sebagai desa wisata.

Menurutnya, Krasak memiliki potensi persawahan dan perkebunan yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata.

Konsep yang dirancang antara lain pembangunan jalur atau jembatan penghubung antar-saung di tengah area persawahan, saung bergaya joglo hingga kolam renang.

“Ini mimpi jangka panjang kami mewujudkan Desa Krasak menjadi desa wisata. Potensinya ada pada lahan persawahan dan perkebunan,” ujarnya.

“Tapi memang untuk ke sana butuh anggaran besar. Namun itu menjadi target mimpi besar kami ke depan,” sambungnya.

Pada akhirnya, pertemuan sederhana dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjadi pelecut semangat bagi Arif dan jajaran Pemdes Krasak.

Desa yang berada di Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu itu kini mengusung misi besar. Ke depannya, Desa Krasak tidak hanya menargetkan menjadi yang terbaik di tingkat kabupaten, tetapi juga bisa berprestasi di tingkat provinsi maupun nasional.

Arif meyakini, mimpi besar tersebut bukanlah hal yang mustahil, asalkan dibarengi dengan niat tulus dan kerja keras demi kesejahteraan masyarakat.

“Usai bertemu pak KDM, ini juga jadi motivasi untuk saya lebih semangat lagi membangun Desa Krasak,” pungkas Arif.

You cannot copy content of this page

Exit mobile version